Minggu, Mei 10, 2009

memakai kaos kaki & sepatu

mudah tetapi tidak mudah.
apa sih susahnya memakai kaos kaki, tentu begitu pertanyaan yang terbersit dalam hati kita. ya memang tidak susah untuk memakai kaos kaki. nah bagaimana balqiz belajar memakai kaos kakinya?




setiap balqiz berangkat sekolah, bunda biasakan dia memakai kaos kaki dan sepatu. saat memakaikan kaos kaki dan sepatu untuk balqiz, bunda atau pengasuh balqiz sambil bertutur apa yang saat itu sedang dilakukan. selain itu juga membawa tangan balqiz dibawah tangan kita dan memakaikan kaos kaki serta sepatu bersama-sama.




setelah balqiz bisa mengerti konsep dari kaos kaki dan sepatu, serta sudah mulai terlihat bisa memakainya sendiri, mulailah kita selalu meminta balqiz memakai atau membukanya sendiri. membutuhkan sebuah proses yang lama memang, dan tidak serta bisa langsung rapi. tetapi karena selalu dilakukan secara kontinyu, Alhamdulillah balqiz sudah bisa memakai dan melepas kaos kaki serta sepatunya sendiri.




Good Job my girl!!


Selasa, Maret 10, 2009

balqiz@hospital

sudah lama bunda tidak update cerita tentang balqiz. ya disamping kesibukan bunda memang sedang banyak, balqiz sendiri juga baru saja sembuh dari sakit. Alhamdulillah saat ini balqiz sudah sembuh, sudah pulang dari rumah sakit. tetapi memang belum kembali masuk sekolah karena masih pemulihan. Insya Allah minggu depan balqiz bisa sekolah lagi seperti biasa.

Senin, 2 maret 2009
aktifitas balqiz seperti biasa, berangkat sekolah di sekolahpun dia ingat kalau hari senin pasti upacara. hingga saat pelajaran berenang pun balqiz masih baik-baik saja bahkan lebih baik dari minggu sebelumnya kali ini saat berenang balqiz sudah lebih enjoy. sepulang dari sekolah memang sudah terasa agak hangat suhu badannya, bunda kasih tempra dan balqiz tidur siang.

saat sore, bangun dari tidur, suhu badan balqiz malah tinggi dan setelah diukur tertera angka 40'c. tanpa pikir panjang bunda langung putuskan untuk segera ke rsia hermina jatinegara buat ke dokter. kebetulan dr.Idham dokter yang selama ini merawat balqiz ada jadwal praktek sore. sampai di rumahsakit, balqiz dapat urutan nomer 3. tetapi dokternya belum datang. saat bunda coba hubungi dokternya masih dalam perjalanan dari hermina bekasi. oleh perawat jaga, suhu badan balqiz diukur ulang masih tinggi 39,8'c

bukan balqiz namanya kalo dia bisa duduk diam selama beberapa lama. balqiz maunya jalan-jalan seputaran lantai 4 poli anak. tidak lama kemudian balqiz minta pipis. diantar dengan ida, pengasuhnya, ke toilet. dan..

tiba-tiba saja mbak ida keluar dari toilet sambil menggendong balqiz dan berteriak
"ibu... ibu ini adek kenapa!!"

seketika bunda melihat kondisi balqiz sudah diam tidak bergerak dan sekujur badannya sudah dingin membiru. bunda tepok kedua pipinya dan berteriak memanggil namanya tetapi tidak ada reaksi. perawat rumah sakit yang melihat segera melarikan ke ruang ugd.

rasanya saat menunggu lift dan perjalanan menuju ugd yang terletak dilantai 1 lama sekali. andai saja bisa ber-simsalabim sudah sampai di ruang ugd. tidak bisa diceritakan bagaimana perasaan bunda saat itu. intinya adalah rasa panik, bingung, sedih, takut, semua campur aduk tidak karuan. sesampai di ruang ugd segera ditangani oleh dokter yang bertugas (dr. Martina) dan diberikan oksigen. cukup lama barulah balqiz berteriak dan menangis keras sekali. langsung lemas rasanya badan bunda, sekaligus lega bahwa balqiz sudah tersadar kembali. dr. Martina segera menghubungi dr.Idham dan meminta balqiz untuk dirawat inap.



Selasa, 3 maret 2009
suhu badan balqiz masih belum stabil masih tinggi dan angkanya tidak beranjak dari 39-40'c. tidurnya pun tidak bisa nyenyak, gelisah dan mengigau. sepanjang malam beberapa kali terbangun dan sulit untuk bisa kembali tidur lagi. diperparah dengan adanya diare.

hingga sekitar pukul 19.00, tiba-tiba saja balqiz menggigil hebat. badannya terasa dingin dan dia sendiri mpe gemetaran sekujur badan. bunda yakin sekali rasanya pasti tidak nyaman sekali. menurut dokter jaga dan perawat yang saat itu menangani, kondisi demikian adalah sebuah indikasi dari suhu badan yang turun dan kemudian akan naik lagi. serasa bunda sedang naik jetcoster harus melihat balqiz seperti itu. menjelang tengah malam suhu badan balqiz semakin stabil bahkan dia kemudian berkeringat banyak sekali hingga harus ganti baju sampai 4 kali. Alhamdulillah.

Rabu, 4 maret 2009
kondisi balqiz mulai stabil. suhu badannya berkisar di angka 37'c. walau sudah terlihat segar dan mulai mau tertarik untuk bermain kembali tetapi masih terlihat lemah, dikarenakan ada diarenya belum reda. balqiz lebih bersemangat lagi saat kakaknya alifah datang mampir menjenguk. saat itu alifah datang ke rumah sakit juga dalam rangka berobat dikarenakan terserang radang tenggoroan.




Kamis, 5 maret 2009
balqiz sudah semakin pulih, suhu badannya stabil berkisar di angka 36'c. sudah normal kembali. diarenya sudah berhenti. nafsu makannya pun sudah membaik walaupun belum banyak yang bisa masuk ke dalam perutnya. setelah panasnya reda barulah muncul batuk. dr.Idham mengatakan jika sehari ini suhunya normal stabil dan diarenya benar benar reda, besok bisa pulang. dan infus yang terpasang ditangan kirinya juga sudah bisa dicabut.

bunda yakin sekali jika balqiz mengerti makna ucapan dari dr.Idham tersebut, karena sontak balqiz menjadi amat sangat aktif. terlebih tanpa adanya infus. langsung serta merta dia minta turun dari tempat tidur dan OM berkeliling sekitar kamarnya. tak lupa dengan hobbynya loncat-loncat. bahkan sempat juga jalan-jalan naik turun lift rumahsakit,.. senangnya bisa melihat balqiz aktif kembali.




Jumat, 6 maret 2009
saat dr.Idham visit di pagi hari dan melihat kondisinya serta mendengar laporan dari perawat serta bunda, diputuskan balqiz boleh pulang. Alhamdulillah. diagnosa penyakit yang diderita balqiz adalah kejang demam. dikarenakan virus di tenggoroannya.

setelah dirunut kebelakang, ya masuk akal hal demikian terjadi pada diri balqiz. balqiz sedang eksplore dengan segala macam rasa. jadi segala sesuatu yang sedang dipegang balqiz pastilah langsung dijilat, bahkan lantaipun tidak segan dijilat olehnya. diperparah dengan kebiasaannya menggigit jari/ kuku. sudah berbagai cara untuk mencegah namun ya kelalaian bunda jugalah tetap saja bisa kecolongan.

dalam peristiwa ini, satu yang bunda syukuri adalah saat balqiz mengalami kejang, kita sudah berada di lingkungan rumah sakit. bunda tidak bisa membayangkan jika kejadian kejangnya balqiz terjadi saat dirumah atau dalam perjalanan menuju rumah sakit. kalau mengingat hal itu, merinding rasanya bunda. Terimakasih Allah, Allahu Akbar.


Minggu, Februari 22, 2009

gigit jari

beberapa bulan yang lalu bunda sempat bercerita tentang kebiasaan menekan mata pada anak-anak tunanetra yang juga dialami oleh balqiz, banyak saran dan masukan yang telah disampaikan oleh bunda, juga dari guru kami, bapak Didi Tarsidi yang juga sudah menerangkan dengan jelas kepada bunda. bunda ucapkan terimakasih banyak kepada semua sahabat bunda atas saran dan masukannya,... semuanya sangat berarti buat bunda.

Alhamdulillah sudah 2 bulanan ini, kebiasaan tersebut hilang. benar benar hilang sama sekali tidak lagi dikerjakan oleh balqiz. surprise banget buat bunda jadinya. karena sempat kuatir akan sulit sekali untuk menghilangkan kebiasaan tersebut, ternyata tiba-tiba "hilang".

ya sebenarnya hiperbola banget kalau dibilang "simsalabim" tiba-tiba hilang, karena semuanya juga perlu proses yang cukup lama dan benar-benar harus sabar plus kuat mental buat menjadi "satpam" akan kebiasaan balqiz itu. bunda bilang disini tiba-tiba ya karena memang trus tiba-tiba saja satu hari balqiz blas tidak menekan matanya lagi dan berlanjut hingga hari ini. mengingatkan bunda akan kejadian berulang dahulu yakni akan kebiasaan balqiz "ngempeng", yang trus tiba-tiba juga hilang. hehehehe....

namun........ berakhirnya kebiasaan tersebut, memunculkan sebuah kebiasaan lain yang juga bikin gemes bundanya. ternyata bunda belum boleh bersantai-santai,..... kebiasaan baru adalah gigit-gigit jari!!! ampyunnnn..... Bow Down



Kamis, Februari 19, 2009

hak milik

tidak beda dengan anak-anak yang lain, balqiz dan alifah juga sering "berantem" berebut sesuatu. entah itu mainan, entah itu berebut "bunda" atau berebut barang. dan kedua anak itu menyikapi urusan "perebutan" tersebut dengan berbeda sikap.

alifah akan sekuat tenaga berusaha merebut dan biasanya dia terkalahlah oleh balqiz diakhiri dengan tangisan serta teriakan "mengadu". berbeda sikap dengan kakaknya, jika berebut sesuatu balqiz akan sekuat tenaga mempertahankan barang yang sudah dipegang dan berdiam diri. benar benar diam tanpa suara dan tanpa gerakan, tetapi tangannya akan menggenggam dengan kuat barang yang menjadi "objek".

sikap demikian pula yang ditunjukkan oleh balqiz tadi pagi disekolah. balqiz berusaha mempertahankan "hak milik"-nya. apa yang diperebutkan? mejanya!!

pagi hari pelajaran dimulai dengan duduk bersama teman sekelasnya di meja bulat besar yang terdapat ditengah kelas. rangkaian session dari circle time pagi hingga session makan (snack time) dilakukan dimeja bulat. setelah mencuci peralatan makan yang dipakai saat makan, pelajaran selanjutnya adalah "motorik". nah di "session motorik" ini tiap anak akan duduk di mejanya masing-masing karena setiap anak mempunyai program "motorik" yang berbeda disesuaikan dengan kebutuhan dan program masing masing anak.



tadi pagi, meja yang biasa diduduki oleh balqiz, sedang dipakai oleh Alghif. berbeda dengan balqiz dan michael yang sudah lebih mandiri dalam belajar, Alghif memang masih banyak memerlukan bantuan dalam proses belajarnya, itulah kenapa Alghif tidak duduk bersama sama di meja bulat.

saat balqiz selesai membaca dikalender kegiatan, bahwa kegiatan selanjutnya adalah "motorik", otomatis balqiz berjalan menuju mejanya. walaupun sudah disampaikan kepada balqiz bahwa dimejanya sedang ada adek Alghif dan balqiz dipersilahkan buat duduk dimeja sebelahnya, balqiz tidak menghiraukan dan tetap keukeuh semaurekeuh menarik mejanya dan akhirnya dia duduk didepan Alghif,.... serta merta menunjukkan aksinya berdiam diri tidak bergerak,...




bujukan dari bu rini pun tidak mempan membuatnya mau bergeser pindah. whuaaaaaa asli lucu banget situasinya saat itu dan nyaris tidak bisa menahan ketawa melihatnya.





akhirnya Alghif yang mengalah dan berpindah kursi,... sementara balqiz? whuaaaaa langsung tersenyum lebar bisa mendapatkan kembali mejanya!!!





akhir dari pelajaran hari ini, konsep "berbagi" balqiz yang selama ini masih belum sukses harus segera menjadi perhatian bunda dan ibu guru dikelas,.. tapi asli tadi pagi thu lucu banget!!!!

Minggu, Februari 15, 2009

JAWS

JAWS disini bukanlah film JAWS tentang keganasan ikan hiu yang pernah nge-top ditahun 70-an yang lalu ya,... tapi JAWS disini adalah JAWS Screen Reader.

dari postingan bunda kemaren tentang mesin tik braille, terdapat pertanyaan dari sahabat bunda, ninis posch, mengenai bagaimana teman-teman tunanetra menggunakan komputer. teman-teman tunanetra juga sama mahirnya menggunakan komputer, bahkan mereka juga bisa ber-internet ria, bahkan juga nge-blog. Chatting? waaa..... dengan mudah bisa mereka lakukan.

semua itu bisa dilakukan dengan sebuah program yakni JAWS Screen Reader. dengan program JAWS ini yang diinstall ke komputer yang digunakan oleh teman-teman tunanetra. JAWS ini membantu mereka untuk membaca apa yang tampil dilayar mereka. untuk lengkapnya JAWS bisa dibaca di PC MEDIA,..

link yang ada di sidebar blog Allaboutbalqiz ini terdapat beberapa sabahat tunanetra yang memiliki blog dan mereka menggunakan aplikasi JAWS ini untuk membantu mereka berinteraksi. ada rama (pastilah sudah banyak yang tahu dengan kiprahnya), ai cahyati, mas hendra jp (beliau adalah komposer), ada mas joni julianto (oya mas joni ini baru saja meraih gelar S2-nya di University Leads, UK). ada aja teman-teman yang tergabung di KARTUNET.COM dimana KARTUNET sendiri adalah singkatan dari Karya TunaNetra. kemudian guru bunda yakni pak Didi Tarsidi.

jadi dengan JAWS mereka juga tidak mengalami kesulitan menggunakan komputer dan berinteraksi dengan internet,..